Adaro Land

Adaro Land

Perusahaan-perusahaan dalam segmen Adaro Land dikoordinasikan oleh PT Adaro Persada Mandiri (APM) sebagai perusahaan induk dan beroperasi untuk mendukung rantai pasokan Grup Adaro melalui empat jenis layanan utama:

  1. Manajemen aset dan pertanahan – mencakup penyimpanan dokumen pertanahan, pengelolaan sistem informasi pertanahan, konsultasi manajemen proyek konstruksi dan renovasi bangunan maupun jembatan, serta pengelolaan sarana pendukung operasional.
  2. Agribisnis dan produk biomassa – meliputi usaha peternakan sapi, produksi pupuk organik, pembibitan tanaman, produksi biomassa serpihan kayu, dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
  3. Proyek kehutanan – meliputi kegiatan revegetasi atau penanaman dan pemeliharaan tanaman di area reklamasi serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).
  4. Manajemen aset kehutanan – meliputi pengelolaan aset kehutanan untuk mendukung restorasi ekosistem serta penyerapan dan perdagangan karbon.

PT Adaro Persada Mandiri (APM)

Selain berfungsi sebagai perusahaan induk segmen pertanahan Grup Adaro, APM juga mengelola sentralisasi aset dan infrastruktur Grup dengan menyediakan jasa manajemen pertanahan, pengembangan infrastruktur, serta penyewaan dan pengelolaan aset. Pendekatan terpusat ini penting untuk menjamin efektivitas dan efisiensi pengelolaan properti yang menunjang rantai pasokan bisnis pertambangan Grup Adaro. Layanan manajemen pertanahan mencakup penyimpanan dan pengelolaan arsip dokumen pertanahan serta penyediaan sistem informasi pertanahan, sedangkan layanan pengelolaan aset meliputi pengadaan aset (tanah, bangunan, furnitur, dan fasilitas operasional) serta manajemen fasilitas penunjang kegiatan operasional.

Beberapa kegiatan usaha yang dijalankan APM antara lain:

  • Layanan penyimpanan arsip dokumen dan sistem informasi: pengelolaan data spasial dan visualisasi peta yang terintegrasi dengan dokumen lahan di ruang arsip khusus untuk menjaga keamanan dan kualitas dokumen.
  • Layanan pengadaan dan penyewaan fasilitas penunjang operasional: penyediaan office container bagi PT Adaro Indonesia dan PT Adaro Wamco Prima (AWP).
  • Layanan konsultasi manajemen proyek: pekerjaan renovasi mess karyawan PT Adaro Logistics (AL) dan kantor PT Sarana Multi Talenta (SMT) di Banjarmasin.

PT Rehabilitasi Lingkungan Indonesia (RLI)

RLI merupakan anak perusahaan APM yang berfokus pada kegiatan revegetasi di lahan reklamasi serta jasa manajemen pengawasan dan pelaksanaan proyek rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Dengan peran ini, RLI mengintegrasikan aktivitas pascatambang, mulai dari pelaksanaan, pemantauan, hingga pengawasan, untuk memenuhi kewajiban reklamasi sesuai persyaratan penyerahan lahan dan penilaian keberhasilan reklamasi. Rehabilitasi DAS dan revegetasi lahan reklamasi merupakan kewajiban bagi perusahaan pertambangan, baik sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) maupun bagian dari kewajiban pascatambang.

Pada tahun 2024, RLI mengerjakan beberapa proyek revegetasi untuk PT Adaro Indonesia (AI), yang mencakup penanaman pada area dengan total luas 322 Ha dan pemeliharaan area seluas 1.584,8 Ha.

Untuk AI, RLI juga melaksanakan penanaman di lahan kritis pada area DAS dan mengelola proses serah terima area kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Sepanjang tahun 2024, total area yang telah diserahterimakan mencapai 386,89 Ha.

PT Agri Multi Lestari (AML)

AML adalah anak perusahaan APM yang bergerak di bidang agribisnis dan penyediaan biomassa, dengan kegiatan yang mendukung revegetasi di lahan reklamasi dan pengelolaan hutan untuk menjaga kualitas dan ketersediaan material serta efisiensi biaya operasional. Di sektor agribisnis, AML memproduksi pupuk organik padat dan cair hasil pengolahan limbah peternakan sapi, serta memproduksi bibit tanaman dari pusat persemaian modern. Pada tahun 2024, AML menghasilkan 1.364 ton pupuk organik padat yang disalurkan ke AI dan dua anak perusahaan APM lainnya, yaitu PT Alam Sukses Lestari (ASL) dan PT Hutan Amanah Lestari (HAL). Produksi pupuk cair mencapai 56.599 liter dan dimanfaatkan untuk kegiatan revegetasi dan penanaman rumput pakan.

Di bidang biomassa, AML memproduksi serpihan kayu (woodchip) yang digunakan untuk mendukung program co-firing di PLTU milik PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) serta sebagai material penunjang dalam kegiatan revegetasi oleh RLI.

Selain bergerak di agribisnis dan biomassa, AML juga melakukan pengamanan lahan di area non-operasional Grup Balangan, terutama melalui kegiatan konversi kebun karet. Aktivitas ini menjadi salah satu kunci pasokan wood chip untuk mendukung co-firing PLTU MSW dan merupakan bagian dari kontribusi AML terhadap inisiatif Net Zero Emission (NZE) Grup Adaro.

PT Alam Sukses Lestari (ASL)

ASL adalah anak perusahaan APM yang mengelola aset kehutanan dan memegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk area seluas 19.520 Ha di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Perizinan ini menugaskan perusahaan untuk melakukan pengelolaan hutan melalui kegiatan restorasi ekosistem di dalam area konsesi. ASL berperan mengelola hutan, mengamankan lahan di sekitar area tambang, serta membantu menyeimbangkan emisi dari kegiatan pertambangan.

Dalam rangka pengelolaan hutan dan restorasi ekosistem, ASL telah menyusun Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hutan (RKUPH) untuk periode 10 tahun (2017–2026) dan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk mewujudkan RKUPH, ASL mengembangkan kegiatan perdagangan karbon dan pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Guna mendukung pemanfaatan jasa lingkungan menuju perdagangan karbon, ASL telah menyusun Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) dan akan melanjutkan proses validasi serta verifikasi guna memperoleh Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang nantinya dapat diperdagangkan di bursa karbon Indonesia.

PT Hutan Amanah Lestari (HAL)

HAL merupakan anak perusahaan APM yang memegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk area seluas 25.800 Ha di Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Sebagian besar wilayah konsesi HAL merupakan lahan gambut sehingga HAL berperan penting sebagai penyerap emisi karbon untuk menyeimbangkan emisi yang dihasilkan kegiatan pertambangan. Perizinan ini memberikan tanggung jawab kepada HAL untuk mengelola hutan guna mendukung penyerapan dan penyimpanan karbon.

Pada tahun 2024, HAL bekerja sama dengan ASL dalam menjaga area konsesi melalui kegiatan pengamanan lahan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penyediaan jasa pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati, serta program tata kelola sosial. HAL juga melanjutkan kajian pemanfaatan jasa lingkungan untuk perdagangan karbon guna memperoleh Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang pada akhirnya dapat diperdagangkan melalui bursa karbon Indonesia.